Kamis, 11 November 2010

Perkembangan dan Pertumbuhan Anak Sampai Tahun Pertama

PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN ANAK SAMPAI TAHUN PERTAMA

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan limpahan dan rahmatnya, sehingga kita dapat menikmati sebuah kehidupan yang sungguh penuh dengan kenikmatan-kenikmatan yang tiada tara. Dan tak lupa sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad Saw yang telah membawa dunia dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh dengan rahmat Allah SWT, yakni dengan ajaran Islam. beserta keluarganya dan para sahabat serta umatnya yang senantiasa mendakwahkan Islam dan menerapkan hukum Islam secara kaffah.
Kami sangat bersyukur, tugas makalah ini telah kami selesaikan dengan baik dan tepat waktu. Ada kalanya kami mengalami beberapa kendala untuk menyelesaikan tugas makalah ini terutama waktu, namun berkat bantuan doa, tenaga dan fasilitas dari orang-orang terdekat kami, akhirnya tugas ini dapat segera diselesaikan.
Ucapan terima kasih tidak lupa kami ucapkan kepada kedua orang tua kami, yang telah memberikan semua keperluan kami untuk menyelesaikan tugas ini. Yang kedua, ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Ibu Dra.Mukhlisah, M.Pd selaku dosen mata kuliah “Psikologi perkembangan” yang telah membimbing kami untuk dapat mengerjakan tugas ini dengan baik. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu terselesaikannya tugas ini, yang tentunya tidak dapat kami sampaikan satu-persatu.
Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat menambah pengetahuan dan memberi inspirasi kepada para pembaca, sehingga dapat memperluas wawasan mengenai psikologi, khususnya psikologi perkembangan
Penyusun
Mojokerto, 11 Oktober 2010

BAB I
PENDAHULUAN

a) Latar Belakang
Belakang ini banyak orang tua yang memperlakukan seorang bayi dengan tidak sesuai. Penanganan yang dilakukan tidak sesuai dengan usia bayi yang cenderung masih belum mengerti apa-apa dan masih dalam tahap pembelajaran.
Penanganan yang tidak sesuai akan membahayakan dampak psikologis si bayi dan akan menjadi dasar terbentuknya character yang tidak baik. Hal ini tentu saja sangat berbahaya bagi si bayi dan masa depannya kelak. Oleh karena itu kami mencoba menyuguhkan penjelasan tentang bayi sampai dengan umur satu tahun. Dengan mengetahui perkembangannya, maka kita dapat melakukan penanganan dan perawatan yang tepat bagi bayi. Sehingga bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan kondisi yang baik dan kejiwaan yang baik.
b) Rumusan Masalah
1. Bagaiman Perkembangan Sosial dan Kepribadian anak selama 1 tahun?
2. Bagaimana Perkembangan Fisik, Psikologi dan Motorik anak selama tahun pertama?
3. Bagaimana Reaksi Sosial Bayi terhadap orang-orang disekitarnya?
c) Tujuan
Dengan mengetahui perkembangan dari bayi hingga menuju usia 1 tahun, kita dapat menangani perkembangan bayi secara baik dan sesuai. Adapun kita juga dapat mengetahui atau dapat mengantisipasi sikap-sikap bayi yang terkadang tidak lazim. Oleh karena itu, kita dapat menangani perkembangan secara baik dan benar.

BAB II
PEMBAHASAN

PERIODE TAHUN PERTAMA
Sesudah bayi dilahirkan maka bayi menunjukkan banyak gerak refleks. Diketemukan bahwa 7% waktunya digunakan untuk makan, jadi refleksi yang positif. 1% untuk tingkah laku spontan dankurang lebih 88% untuk tidur dan semacamnya.
Gessel (1880-1961) sebagai salah satu pionir dalam psikologi perkembangan, melihat perkembangan anak dalam tahun pertama terutama sebagai proses pemasakan fisiologis. Ia berpendapat bahawaperkembangan itu tidak dapat dipengaruhi oleh factor dari luar, melainkan semuanya telah ditentukan dari diri anak itu sendiri.
Bloom (1964) dalam bukunya : “ Stability and change in human characteristics” menambah pula perhatian orang terhadap pengaruh lingkungan terhadap salah satu sifat anak akan sangat besar yaitu pada waktu sifat tersebut sedang dalam perkembangannya yang paling cepat. Misalnya bila dalam periode embrional (minggu ketiga sampai dengan minggu kedelapan) si ibu mendapat suatu kecelakaan tertentu atau minum obat-obatan tertentu terlalu banyak atau yang merugikan, dapat terjadi gangguan-gangguan sentral atau mental pada janin yang ada dalam kandungan. Hal ini disebabkan karena pada periode ini terjadi perkembangan otak yang paling cepat. Bloom menunjuk pada perkembangan inteligensi yang cepat dan intensif selama tahun-tahun pertama.
Hal ini menunjukkan bahwa tahun-tahun penghidupan pertama dan tahun-tahun sekolah pertama merupakan mata rantai yang penting dalam perkembangan inteligensi. Selanjutnya analisis semacam ini menunjukkan bahwa pengaruh pendidikan pada periode ini justru sangat penting dan bahwa dapat terjadi kerusakan berat jika si anak tidak memperoleh kesempatan perkembangan yang optimal.


A. PERKEMBANGAN SOSIAL DAN KEPRIBADIAN
Arah sosial dalam bulan-bulan pertama.
Schaffer (1971) mengemukakan bahwa anak pada waktu dilahirkan mempunyai struktur kognitif yang mengarah pada kemungkinan mempertahankan hidup. Dalam tiga bulan pertama timbul daya tarik terhadap menusia pada umumnya, kemudian karena perubahan struktur kognitif akibat pengalaman, anak lebih tertarik pada orang-orang tertentu saja. Dalam tiga bulan pertama sudah dapat berkembang dengan baik, yaitu :
 Ketajaman, pada usia 2 minggu dari jarak 20 cm.
 Refleks pupil (reaksi terhadap perubahan intensitas sinar)
 Konvergensi (pemusatan pandangan pada satu titik)
 Mengikuti objek yang bergerak.

Selanjutnya untuk menguji hipotesis Schaffer perlu diteliti rangsang apakah yang mendapat prioritas anak. Ternyata anak mempunyai rangsang terhadap :
 Rangsang pola yang jelas.
 Rangsang yang sederhana.
 Rangsang yang bergerak.
 Rangsang tiga dimensi.

Pada bulan ketiga anak menunjukkan pengenalan terhadap orang-orang tertentu dan belajar membedakan tanda-tanda yang diberikan orang tersebut. Seorang anak dapat mengalami habituasi, yakni berkurangnya perhatian karena penyajian berulang-ulang. Di usia sekitar 3 atau 4 bulan anak dapat mengenal ibunya. Cepat lambatnya seseorang mengenal ibunya tidak dapat dipakai sebagai ukuran tingkat kecerdasan anak. Karena faktor lingkungan juga turut mempengaruhinya.

Perkembangan tingkah laku lekat
Dalam teori kepribadian Thomae yang telah dikemukakan dalam tahun 1944 “ Das Wesen der menschlichien Antriebsstruktur ” dikemukakan bahwa tingkah laku lekat manusia merupakan hal yang sentral. Ia berpendapat bahwa hal yang penting dalam perkembangan yang sehat adalah kemampuan anak untuk dapat mengembangkan tingkah laku lekat tadi. Tingkah laku lekat itu sendiri adalah tingkah laku yang khusus pada manusia, yaitu kecenderungan dan keinginan seseorang untuk mencari kedekatan dengan orang lain, untuk mencari kepuasan dalam hubungan dengan orang lain tersebut.
Pertanyaan apakah peranan ibu biologis tidak dapat digantioleh orang lain ? Papousek & Papousek (1978) menemukan atas dasar penelitian bertahun-tahun terhadap bayi-bayi, bahwa bukan sosok ibu atau sosok pengasuh yang penting, melainkan sampai dimanakah orang dewasa tadi mampu memberikan perhatian penuh kepada anak dan dapat memenuhi persyaratan yang dibutuhkan bagi perkembangan emosional anak. Ada dua macam tingkah laku yang menyebabkan seseorang dipilih sebagai objek kelekatan, yaitu :
• Sering mengadakan reaksi terhadap tingkah laku anak yang dimaksudkan untuk menarik perhatian.
• Sering membuat interaksi secara spontan dengan anak.

Bila anak berada dekat dengan objek lekat, timbullah keberanian anak untuk mengeksplorasi kemampuannya. Sebaliknya anak mengalami ketakutan bila berpisah dengan objek lekatnya. Ada dua macam juga ketakutan pada akhir tahun pertama, yaitu :
• Takut terhadap orang asing ( bulan ke-8)
Dari penelitian terbukti bahwa anak yang mempunyai banyak interaksi dengan ayah kurang takut terhadap orang takut orang asing daripada anak yang hanya mempunyai interaksi dengan ibu saja.
• Takut untuk berpisah ( 9-12 bulan)
Ketakutan berpisahitu dapat timbul pada waktu ditinggalkan oleh objek lekatnya. Bersamaan dengan itu timbul hambatan dalam tingkah laku eksplorasi.
Lebih parah adalah keadaan anak yang kehilangan objek kelekatan untuk waktu yang agak lama dalam tahun-tahun pertama, misalnya karena opname di rumah sakit. Bowbly mencatat tiga stadium tingkah laku anak dalm situasi semacam itu, yaitu :
• Fase protes : menangis, egresi, atau tidak mau makan.
• Fase putus asa : interaksi normal dengan orang lain, tapi tak acuh dengan orang tua sendiri ketika ditengok.
• Pada perpisahan yang lama : menunjukkan tingkah laku tak peduli terhadap kontak dengan orang lain.

institusionalisasi
Maksud dari institusionalisasi adalah seorang anak yang memiliki tingkah laku serta perilaku yang tidak biasa seperti halnya yang dimliki oleh anak yang normal, karena dalam pertumbuhannya, ia memiliki kesulitan dalam mengembangkan tingkah laku lekat dengan orang lain.
Pada anak-anak tersebut Nampak adanya perkembangan yang menyimpang dan tidak normal :
a) Mereka sering menunjukkan tingkah laku stereotip misalnya menumbuk-numbukkan badan pada dinding, pintu atau sesuatu yang lain, atau menghisap ibu jari.
b) Sering menunjukkan sikap apatis
c) Menunjukkan tingkah laku social yang abnormal
d) Kemunduran perkembangan
Menurut Bowlby dan spitz, hanya ada satu sebab bagi tingkah laku yang menyimpang ini, yaitu" lack of emotional interchange with a love object". Anak mengalami kekurangan kasih sayang yang sangat dibutuhkan untuk berkembang dengan sehat dan normal. Ada juga faktor lain yang membuat anak sulit mengembangkan tingkah laku, yaitu deprivas persepsual yakni kekurangan stimulasi dari lingkungan. Dalam hal ini peran ibu dan pengasuh sangatlah dibutuhkan untuk menentukan stimulasi yang dibutuhkan anak.
Berikut diterangkan secara singkat peranan stimulasi persepsual pada perkembangan seorang anak.

Peranan Stimulasi
Dalam bulan-bulan pertama pada waktu anak kurang memperoleh stimulasi visual, yaitu pada waktu mereka kebanyakan berada dalam posisi tidur, maka perhatian visualnya mengecil. White berpendapat bahwa pemberian stimulasi visual dalam ranjang anak dapat mempertinggi perhatian anak terhadap keliling, sebaliknya bila stimulus itu terlalu banyak maka akan berakibat perhatian berkurang dan anak akan menangis.
Stimulasi verbal ternyata sangat penting bagi perkembangan bahasa dalam periode tahun pertama, yaitu karena:
a) Kualitas dan kuantitas vokalisasi seorang anak dapat bertambah dengan pemberian reinforsemen verbal.
b) Dalam bagian kedua tahun pertama anak mulai menirukan kata-kata yang didengarnya.
Tetapi sebaliknya stimulasi auditif yang terlalu banyak dapat menyebabkan akibat yang tidak baik. Misalnya anak yang hidup dalam lingkungan yang terlalu rebut dengan banyak suara simpang siur maka tidak akan dapat membedakan stimulasi auditif yang diperlukan.
Selain itu, stimulasi taktil juga merupakan salah satu yang penting bagi penyimpangan tingkah laku sosial, emosional dan motorik. Stimulus taktil juga mempunyai pengaruh terhadap cerebellum( susunan otak kecil ) yang bersama dengan otak lain mempengaruhi tingkah laku sosial-emosional.
Variasi dalam stimulasi sangat penting sehubungan dengan perhatian anak yang semakin mengecil bila suatu stimulasi yang sama terus menerus diberikan. Hal tersebut dapat antara umur 3-6 bulan. Anak akan bosan dengan stimulus yang terus menerus sama, karena sudah membentuk representasi intern mengenai stimulus tersebut.
Sebagai kesimpulan dapat dikatakan bahwa pada umumnya seorang ibu atau pengganti ibu mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangann anak karena :
a) Dia dapat menentukan berapa banyaknya stimulasi dan pada saat-saat apa stimulasi diberikan pada anak.
b) Orang yang paling awal dan paling banyak mengadakan hubungan denan anak biasanya juga orang yang dijadikan objek kelekatan anak. Basanya orang ini adalah ibunya.

penelitian mengenai stimulasi terhadap perkembangan anak masa awal
Dalam penelitian Riksen-walraven (1997;1998) diadakan stimulasi terhadap 2 aspek perkembangan masa awal.
Aspek pertama yang diteliti adalah motif kompetensi. White melukiskan motif ini sebagai suatu kecenderungan baan kearah interaksi yang efektif dengan keliling. Pada tahun-tahun pertama maka kecenderungan ini berujud tingkah laku eksplorasi dan manipulasi dengan keliling. Motif ini bersifat bawaan dapat segera diperlemah atau diperkuat oleh orang-orang disekelilingnya pada waktu awal.
Bila anak sering mendapatkan reaksi terhadap tingkah lakunya, maka ia dapat menganalisa mengenai tingkah laku mana yang dapat memberikan efek tertentu. Proses ini disebut analisis-kontigensi yaitu anak belajar untuk dapat meletakkan hubungan tingkah laku dengan akibat yang ditimbulkannya.
Disamping penelitian trehadap aspek motif kompetensi ini juga dicoba untuk menstimulasikan kecepatan habituasi. Habituasi adalah berkurangnya perhatian anak terhadap suatu stimulus yang berulang kali disajikan. Riksen-Walraven berpendapat bahwa kecepatan habituasi itu dapat distimulasi: makin bervariasi stimulus yang ada dalam anak, makin baik anak dapat meresapkan informasi darii luar dan makin cepat habituasinya.
Program stimulasi Riksen-Walraven dimulai pada waktu anak berusia 9 bulan. Anak-anak tersebut diambil dari lingkungan social ekonomi yang rendah karena menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, para orang tua dari golongan social-ekonomi rendah kurang responsif dan tidak banyak memberikan stimulasi pada anak-anak mereka. Tujuan program stimulasi ini adalah menstimulasi tingkah laku eksploratif, analisis kontingensi dan kecepatan habituasi anak dengan mempertinggi responsivitas dan stimulasi orang tua terhadap anak-anak mereka.
Dari analisa teoretis dan empiris ini ternyata bahwa proses perkembangan seperti habituasi, eksplorasi dan komntingensi serta factor-faktor lingkungan seperti responsivitas dan stimulasi paling tidak merupakan factor-faktor yang inti dalam perkembangan manusia. Pelaksanaan program ini menunjukkan adanya kemungkinan untuk membuat perubahan dan kemungkinan untuk menyesuaikan cara mengasuh anak terhadap kebutuhan-kabutuhan yang ada pada anak.

B. PERKEMBANGAN FISIK PSIKOLOGI DAN MOTORIK ANAK SELAMA TAHUN PERTAMA
a. Perkembangan Fisik
Pertumbuhan yang pesat selama rentang kehidupan terjadi pada masa bayi dan periode pubertas. Selama enam bulan pertama, pertumbuhan terus terjadi dengan pesat seperti periode prenatal dan kemudian mulai menurun. Dalam tahun kedua tingkat pertumbuhan cepat menurun. Selama tahun pertama, peningkatan berat tubuh lebih besar daripada peningkatan tinggi; selama tahun kedua terjadi hal yang sebaliknya.
Pada usia empat bulan, berat bayi biasanya bertambah dua kali lipat. Pada usia satu tahun berat bayi rata-rata tiga kali lipat berat pada waktu lahir atau sekitar 21 pon. Pada usia 2 tahun rata-rata berat bayi amerika adalah 25 pon. Peningkatan berat tubuh selama bayi terutama disebabkan karena peningkatan jaringan lemak.
Pada usia empat bulan ukuran tinggi bayi antara 23 dan 24 inch; pada usia satu tahun, antara 28 dan 30 inch ; dan pada usia dua tahun, antara 32 dan 34 inch.
Pertumbuhan kepala berkurang dalam masa bayi, sedangkan pertumbuhan badan dan tungkai meningkat. Jadi, bayi berangsur-angsur menjadi kurang berat di atas dan tampak lebih ramping dan tidak gempal pada masa akhir bayi.
Jumlah tulang meningkat selama masa bayi. Pengerasan tulang dimulai pada awal tahun pertama. Tetapi belum selesai sampai masa puber. Ubun-ubun atau daerah otakyang lunak 50% bayi yang lahir telah tertutuppada usia delapan belas bulan, dan pada hamper semua bayi telah tertutup pada dua tahun.
Urat Otot sudah ada pada waktu lahir tetapi dalam bentuk yang belum berkembang, Urat-otot itu berkembang lambat selama masa bayi dan lemah. Sebaliknya, jaringan lemak berkembang pesat, sebagian karena tingginya kadar lemak didalam susu yang merupakan bahan makanan pokok bagi bayi.
Rata-rata gigi bayi mempunyai empat hingga enam gigi susu pada usia satu tahun dan 16 pada usia dua tahun. Gigi yang pertama muncul adalah gigi depan, sedangkan yang terakhir adalah geraham. Empat gigi susu yang terakhir biasanya baru muncul pada tahunpertama masa kanak-kanak.
Pada waktu lahir, berat otak adalah seperdelapan berat total bayi. Pertambahan berat otak paling pesat pada usia dua tahun. Otak kecil yang berperan penting untuk menjaga keseimbangan dan pengendalian tubuh, bertambah beratnya tiga kali lipat satu tahun sesudah kelahirannya. Ini berlaku juga untuk otak besar. Sel-sel yang belum matang, yang ada pada waktu kelahiran, terus berkembang sesudah kelahiran tetapi secara relative beberapa sel baru terbentuk.
Pada usia tiga bulan, otot mata sudah cukup terkoordinasi untuk memungkinkan bayi melihat sesuatu secara jelas dan nyata dan sel-sel kerucut sudah berkembang baik untuk memungkinkan mereka melihat warna. Pendengaran berkembang pesat selama waktu ini. Penciuman dan pengecapan yang berkembang baik pada waktu kelahiran,, terus membaik selama masa bayi. Bayi sangat tanggap terhadap semua perangsang kulit karena tekstur kulit mereka yang tipis dan karena semua organ perasa yang berhubungan dengan peraba, tekanan, rasa sakit, dan suhu berkembang dengan baik.
Hampir semua aspek fisik dan berkembang secara pesat. Baik dari berat sampai dengan kelima indera mulai berfungsi dengan baik. Masa bayi adalah periode keemasa. Jika dimanfaatkan dengan baik, maka bayi dapat berkembang dengan baik dimasa masa depannya disegi fisiknya.

b. Perkembangan motorik
Daerah kepala
Pengendalian mata.
Optic Nystagmus, atau reaksi mata terhadap rangkaian benda-benda bergerak dimulai kira-kira dua belas jam setelah lahir; gerakan mata mencari, antara minggu ketiga dan keempat; gerakan mata horizontal, antara bulan kedua dan ketiga; gerakan mata vertical, antara bulan ketiga dan keempat; gerakan mata berputar beberapa bulan kemudian.
Tersenyum
Gerak reflex tersenyum, atau senyum sebagai reaksi terhadap rangsangan perabaan muncul pada minggu pertama; senyum social atau senyum sebgai reaksi terhadap senyuman orang lain mulai antara empat dan enam bulan.
Menahan Kepala
Dalam posisi tengkurap bayi dapat menahan kepala secara tegak pada usia satu bulan; kalau terlentang, pada lima bulan; dan dalam posisi duduk, antara empat sampai lima bulan.
Daerah Badan
Berguling
Bayi dapat berguling dari samping ke belakang pada usia dua bulan dan dari tengkurap ke sampingpada empat bulan. Pada enam bulan bayi dapat berguling sepenuhnya.
Duduk
Bayi dapat ditarik ke posisi duduk pada empat bulan, duduk dengan dibantu pada lima bulan, duduk tanpa dibantu sebentar. Pada tujuh bulan sampai Sembilan bulan, duduk tanpa bantuan selama sepuluh menit.

Daerah Lengan dan Tangan
Tangan
Antara tiga sampai empat bulan. Ibu jari menjauh, gerakan ibu jari menjauhi jari-jari lainnya. Gerakan ini muncul dalam usaha menggenggam. Antara delapan dan sepuluh, bayi dapat mengambil benda.
Lengan
Bayi dapat meraih benda pada enam atau tujuh bulan dan dapat mengambil benda tanpa gerakan-gerakan acak pada usia satu tahun.
Daerah Tungkai
Memindahkan tubuh dengan menendang terjadi pada akhir minggu kedua. Menghentak, ataupun bergerak dalam posisi duduk, tampak pada usia enam bulan. Merangkak terjadi antara delapan dan sepuluh bulan, dan pada sebelas bulan bayi berjalan dengan empat kaki. Bayi dapat menarik diri sendiri ke posisi berdiri sekitar sepuluh bulan , berdiri dengan bantuan pada sebelas bulan, berdiri tanpa dibantu sekitar usia satu tahun. Dan berjalan tanpa bantuan pada empat belas bulan.
Motorik halus adalah pergerakan yang melibatkan otot-otot halus pada tangan dan jari yang terkoordinasi dengan penglihatan. Pada bayi, perkembangan motorik halus harus selalu dipantau dan dirangsang. Orang tua jangan lengah dalam memantau perkembangan motorik halus si kecil. Berikut adalah perkembangannya :
o Usia 1 Bulan: hampir sepanjang waktu bayi 1 bulan anda mengepalkan tangannya.
o Usia 2 bulan: dapat menggemgam mainannya ketika ditempatkan oleh kita di telapak tangannya.
o Usia 3 Bulan : Berusaha untuk meraih ke depan, baik itu pada suatu objek ataupun mencoba meraih wajah anda.
o Usia 4 bulan: memegang dan mengoyangkan mainan bunyinya, bayi anda dapat bermain dengan mainannya itu. Bayi anda mulai suka memerhatikan jari-jari kecilnya.
o Usia 5 bulan: menggunakan kedua tangannya, baik untuk meraih ataupun menggemgam mainannya itu.
o Usia 6 bulan: memindahkan mainannya dari satu tangan ke tangan yang lain. Si kecil juga dapat membentur-benturkan mainannya ke meja atau suatu permukaan.
o Usia 7 sampai 12 bulan:
Menggunakan tangan dan jarinya untuk mengambil benda-benda kecil.
Membenturkan kedua benda.
Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain.
Menyodok atau mencongkel dengan menggunakan jari telunjuknya.
Menunjuk ke suatu arah dengan jari telunjuknya.
Menangani mainan mereka dengan cara yang baru: mendorong, memutar, menyodok, atau menyobek.
Menjatuhkan benda ke suatu wadah dan melihatnya.
Mengambil dan memasukkan kembali mainan atau benda ke dalam wadahnya.

c. Pola Emotional Umum Pada Masa Bayi
Kemarahan
Perangsang yang lazim membangkitkan kemarahan bayi adalah campur tangan terhadap gerakan-gerakan mencoba-cobanya, menghalangi keinginanya, tidak mengizinkannya mengerti sendiri, dan tidak memperkenankannya melakukan apa yang dia inginkan. Lazimnya, tanggapan marah mengambil bentuk menjerit, meronta-ronta, menendangkan kaki, mengibaskan tangan, dan memukul atau menendang apa saja yang ada didekatnya. Pada tahun kedua bayi dapat juga melonjak-lonjak, berguling-guling, meronta-ronta dan menahan nafas.
Ketakukan
Perangsang yang paling mungkin membangkitkan ketakutan bayi adalah suara keras. Orang, benda, binatang dan situasi asing seperti ruangan gelap, tempat tinggi. Perangsang yang terjadi tiba-tiba atau tidak terduga atau yang tidak lazim bagi bayi biasanya membangkitkan rasa takut juga. Tanggapan rasa takut yang lazim pada masa bayi terdiri dari upaya menjauhkan diri dari perangsang yang menakutkan dengan merengek, menangis dan menahan nafas.
Rasa Ingin Tau
Setiap mainan atau barang baru dan tidak biasa adalah perangsang untuk keingintahuan, kecuali jika kebaruan itu begitu tegas sehingga menimbulkan ketakutan. Bila rasa takut berkurang, ia akan digantikan oleh rasa ingin tau. Bayi mudah mengungkapkan rasa ingin tahunya terutama melalui ekspresi wajahnya, yaitu dengan megengkan otot muka, membuka mulut, dan menjulurkan lidah. Kemudian, bayi akan menangkap barang yang membangkitkan rasa ingin tahunya tersebut, memegang, membolak-balik, melempar, atau memasukkannya ke mulut.

C. REAKSI SOSIAL BAYI
a. Reaksi Sosial Bayi Terhadap Orang Dewasa
Dua Sampai Tiga Bulan
Bayi dapat membedakan manusia dari benda mati dan bayi tahu bahwa manusialah yang memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Bayi puas bila berada bersama manusia dan tidak senang kalau ditinggal sendiri. Pada usia ini bayi tidak menunjukkan rasa lebih menyukai satu orang tertentu dibandingkan dengan orang-orang lain.
Empat Sampai Lima Bulan
Bayi ingin digendong oleh siapa saja yang mendekatinya. Ia memberikan reaksi yang berbeda kepada wajah-wajah yang tersenyum, suara-suara yang ramah dan suara-suara yang menunjukkan amarah.
Enam Sampai Tujuh Bulan
Bayi membedakan “teman” dan “orang asing” dengan tersenyum pada yang teman dan memperlihatkan ketakutan akan kehadiran orang yang asing. Ini merupakan awal dari “masa lalu”, juga merupakan permulaan dari masa terikat yaitu masa dimana bayi menunjukkan keterikatan yang kuat kepada ibunya atau ibu pengganti dan berkurangnya keramahtamahan.
Delapan Sampai Sembilan Bulan
Bayi mencoba meniru kata-kata, Isyarat dan gerakan-gerakan sederhana dari orang lain.
Dua Belas Bulan
Bayi bereaksi terhadap larangan (jangan-jangan).
Enam Belas Sampai Delapan Belas Bulan
Negativisme, dalam bentuk keras kepala tidak mau mengikuti permintaan atau perintah dari orang dewasa ditunjukkan dengan perilaku menarik diri atau ledakan amarah.
Dua Puluh Dua sampai Dua Puluh Empat Bulan
Bayi bekerja sama dalam sejumlah kegiatan rutin seperti berpakaian makan dan mandi.
b. Reaksi Sosial Bayi Terhadap Bayi-Bayi Lainnya
Empat sampai Lima Bulan
Bayi mencoba menarik perhatian bayi atau anak lain dengan melambungkan badan ke atas dan ke bawah, menendang, tertawa-tawa atau bermain dengan ludah.
Enam sampai Tujuh Bulan
Bayi tersenyum kepada bayi lain dan menunjukkan minat terhadap tangisannya.
Sembilan sampai Tiga Belas Bulan
Bayi mencoba meremasi pakaian dan rambut bayi bayi-bayi lain. Meniru perilaku dan suara mereka dan bekerja sama dalam menggunakan mainan, meskipun ia cenderung bingung bila bayi lain mengambil salah satu mainannya.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
• Ciri-ciri yang menonjol darri masa bayi yang berlangsung dari minggu kedua sampai tahun kehidupan kedua adalah bahwa periode ini merupakan tahun-tahun dasar masa pertumbuhan dan perubahan yang pesat dan berkurangnya ketergantungan, masa meningkatnya individualitas dan permulaan sosialisasi, masa penggolongan peran seks dan kreativitas, dan masa yang menarik sekaligus yang berbahaya.
• Bayi yang terlambat dalam menguasai tugas-tugas perkembangan bayi, yaitu tugas yang membuatnya tidak bergantung pada bantuan orang dewasa, mengalami hambatan kalau ia nmencapai masa kanak-kanak.
• Pertumbuhan dan perkembangan fisik berlangsung secara berangsur-angsur sepanjanng masa bayi, sedangkan perkembangan fungsi fisiologis terjadi secara pesat.
• Karena pengendalian otot mengikuti hokum perkembangan arah, ketrampilan pertama yang dipelajari adalah ketrampilan kepala, lengan dan tangan.

DAFTAR PUSTAKA
Elizabeth B. Hurlock. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Penerbit Erlangga. 1980.
http://informasitips.com/
http://corpusalienum.multiply.com/
Monks, F.J. Knoers, A.M.P., dan Rahayu, S.H. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta : Penerbit Erlangga. 2006.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Do not forget to give comment